DaerahUtama

4.000 Warga Kota Serang Terdeteksi TBC, Pemkot Ingatkan Pasien Disiplin Konsumsi Obat

SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Pusat mencatat terdapat sekitar 3.000 lebih warga Kota Serang mengidap tuberkulosis (TBC), namun fakta di lapangan jumlah yang terdeteksi lebih dari 4.000 orang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pun mengingatkan para pasien untuk rutin mengonsumsi obat dan rutin menjalankan pengobatan di fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat.

Selain itu, pemerintah kota juga meluncurkan program Grebek TBC sebagai penanggulangan penyakit tuberkulosis.

Walikota Serang, Budi Rustandi mengatakan, sekitar 4.000 warga Kota Serang terdeteksi mengidap TBC, dan meminta mereka untuk rutin menjalankan pengobatan.

“Pengobatan ini gratis ditanggung oleh negara semuanya, sesuai dengan program dari Pak Presiden. Jadi buat pasien harus disiplin minum obatnya, masyarakat dan semua juga harus saling mengingatkan,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral untuk menuntaskan penyebaran penyakit menular TBC melalui kolaborasi lintas sektor.

​Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat perbedaan angka kasus antara data pusat dan fakta dilapangan. Jika data pusat mencatat sekitar 3.000 kasus, temuan Dinas Kesehatan Kota Serang menunjukkan angka yang lebih tinggi.

​”Ada kurang lebih kalau data dari pusat itu sekitar 3.000 lebih, tapi pada faktanya di lapangan setelah dideteksi oleh Pak Kadinkes itu sekitar 4.000-an. Nah, ini menjadi PR kita semua untuk mendeteksi dini,” jelasnya.

​Menyikapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan akan segera meluncurkan program Grebek TB, Program ini bertujuan untuk menjemput bola dalam mendeteksi penderita TBC ditengah masyarakat agar bisa segera mendapatkan penanganan medis.

​Wali Kota juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Camat, Lurah, hingga tingkat RT dan RW.

​”Ini perlu kolaborasi dengan seluruh OPD, baik Camat, RT, RW, Lurah, karena ini harus bekerjasama semua dan mengedukasi para pasien agar mau segera berobat,” tegasnya.

​Salah satu tantangan terbesar dalam penyembuhan TBC adalah masa pengobatan yang cukup lama, yakni minimal 7 bulan tanpa putus.

Budi mengatakan banyak pasien yang gagal sembuh karena malas atau lalai mengonsumsi obat secara rutin.

​Oleh karena itu, Pemkot Serang akan memperkuat peran Pengawas Minim Obat ( PMO) untuk memantau perkembangan pasien setiap hari.

​”Kendalanya si pasien ini malas minum obat karena 7 bulan itu. Berarti harus ada pengawasan minum obat, PMO namanya. Harus diawasin minum obat setiap hari baru bisa sembuh,” tambahnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *