DaerahUtama

Duhh, 559 Warga Kota Serang Mengidap HIV, Hubungan Sesama Jenis Jadi Penyebabnya

SERANG, jejakbanten.com – 559 warga Kota Serang tercatat mengidap human immunodeficiency virus (HIV), dan penyebabnya akibat hubungan seksual sesama jenis.

Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga Agustus 2025, dengan rentang usia 20 hingga 39 tahun.

“Kasus HIV ini menular, dari semua (Jumlah) itu kebanyakan penularannya dari hubungan seksual, dan yang paling banyak mungkin sekarang ini adalah hubungan sesama jenis,” ujar Sekertaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Banten Santoso Edi Budiono.

Pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi, dimulai dari keluarga hingga masyarakat luas.

“Kalau pengetahuan cukup, orang bisa melindungi dirinya sendiri, termasuk juga menghormati organ seksual orang lain. Karena Pengidap HIV ini di rentang usia 20 hingga 39 tahun,” jelasnya.

Dari total 559 orang yang mengidap HIV, ia mengungkapkan, hanya sekitar 400 atau 76 persen yang mengakses obat HIV, sedangkan yang lainnya belum.

Sehingga, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah untuk menekan angka penyebaran atau penularan HIV dengan memberikan pengobatan berkala.

“Dari 559 pengidap HIV, baru sekitar 400 orang atau 76 persen yang sudah mengakses obat. Sisanya itu belum mengakses obat, dan tentu perlu adanya penekanan dan edukasi,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengaku hingga saat ini pihaknya fokus untuk melakukan penanggulangan penyakit Aids/HIV, Tuberculosis, dan Malaria (ATM) dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kelompok berisiko.

Termasuk pendampingan serta pembinaan dan evaluasi terhadap layanan secara berkala, dengan berkoordinasi lintas program, hingga lintas sektor, serta penguatan pelayanan fasyankes dan tatalaksana.

“Pencegahan penyakit AID/HIV, TBC, dan malaria saat ini menjadi fokus penting pemerintah kota. Bahkan, selama ini kami bersama para kader selalu berupaya melakukan kunjungan kepada masyarakat dalam hal penanggulangan penyakit itu,” paparnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *