DaerahUtama

Dua Kecamatan di Kota Serang Rawan Kekeringan, Kasemen Mulai Krisis Air Bersih

SERANG, jejakbanten.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menetapkan status siaga terhadap potensi bencana kekeringan dan krisis air bersih seiring masuknya musim kemarau.

Berdasarkan peta kerawanan bencana, Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Walantaka menjadi dua wilayah paling terdampak yang menjadi fokus utama.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Serang Muhlisin mengungkapkan, krisis air di kedua wilayah tersebut diperparah oleh kondisi geografis dan kualitas sumber air tanah yang buruk. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

​”Selain akibat kemarau panjang, kendala utama di daerah tersebut adalah sumber airnya yang asin atau antal. Meskipun masyarakat membuat sumur bor, air yang dihasilkan tetap tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Kamis 16 Juli 2026.

Berdasarkan data, BPBD Kota Serang telah mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah secara bertahap.

Hingga saat ini, ratusan kepala keluarga (KK) di beberapa kampung khususnya di Kecamatan Kasemen telah menerima pasokan air bersih, yakni Kampung Kepaksan 85 KK, ​Kampung Cibening 76 KK,​Kampung Cibomo Idul 70 KK, dan Cibomo Lor 62 KK.

“Kemudian di ​Kampung Cibomo Tengah 58 KK. ​Untuk memenuhi kebutuhan di lima wilayah tersebut, kami BPBD telah menyalurkan total 30.000 liter air bersih dengan enam rit pengiriman menggunakan armada tangki berkapasitas 5.000 liter,” tuturnya.

​Untuk menjaga kelancaran distribusi, pihaknya juga menyiagakan satu unit mobil tangki yang siap beroperasi penuh. Jika dampak kekeringan meluas dan kapasitas armada saat ini tidak mencukupi, BPBD Kota Serang akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten untuk meminta bantuan armada tambahan.

“​Masyarakat yang mengalami krisis air bersih diimbau untuk segera mengajukan permohonan resmi melalui pihak kelurahan atau kecamatan agar bantuan dapat langsung didistribusikan ke lokasi,” jelasnya.

​Selain kekeringan, BPBD Kota Serang juga memetakan potensi bencana hidrometeorologi lainnya di wilayah Kota Serang, seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.

“Ada beberapa potensi bencana, di antaranya banjir, gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, hingga angin puting beliung yang mengakibatkan pohon tumbang dan rumah roboh,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *