DaerahUtama

DBD Serang Kasemen, Sepuluh Warga Terjangkit, Dinkes Kota Serang Belum Beri Tanggapan

SERANG, jejakbanten.com,- Warga Kampung Jerakah, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dihantui rasa khawatir penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bahkan, dalam kurun waktu dua pekan terakhir sepuluh warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa dinyatakan positif terjangkit DBD, dan mereka harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun sayangnya, pihak Puskesmas setempat maupun Dinas Kesehatan Kota Serang belum memberikan tanggapan terkait banyaknya warga yang terkena DBD.

“Kami sudah lapor, tapi cuma dikasih bubuk (Abate) saja. Padahal korbannya sudah banyak, hampir 10 orang. Kami berharap pemerintah segera turun tangan melakukan tindakan nyata sebelum jatuh korban lebih banyak kata salah satu warga Kampung Jerakah, Kelurahan Warung Jaud, Kasemen, Rabu 7 Januari 2026.

Dia mengungkapkan, gejala awal sejumlah warga yang terkena DBD sama seperti demam biasa, sehingga mereka tidak menyadarinya.

Penularan penyakit tersebut terjadi cukup cepat sejak lingkungan rumahnya diguyur hujan deras dalam beberapa pekan terakhir.

“Memang awalnya itu dikira demam biasa, tapi setelah tiga hari panasnya tidak turun, malah semakin tinggi. Setelah dibawa ke rumah sakit, baru ketahuan kalau itu positif DBD,” jelasnya.

Saat ini sejumlah warga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah, dan sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang untuk masa pemulihan. “Sebagian ada yang sudah pulang, dan ada yang masih di rumah sakit,” ujarnya.

Beberapa warga, khususnya keluarga pasien DBD merasa kecewa dengan respon pemerintah dalam menangani kasus DBD di lingkungan rumahnya tersebut.

Padahal warga sudah berupaya untuk melapor ke puskesmas terdekat, tapi tindakan yang dilakukan dinilai lambat dan hanya memberikan bubuk abate sebagi pencegahan.

“Cuma dikasih abate buat ditaburkan ke dalam bak mandi. Belum ada fogging sama lainnya. Padahal ini korbannya udah banyak,” tuturnya.

Warga khawatir jika tidak segera dilakukan tindakan jumlah penderita akan terus bertambah. “Khawatir nanti tambah banyak, apalagi sekarang lagi musim hujan di Kota Serang,” katanya.

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang maupun Puskesmas setempat belum memberikan tanggapan terkait langkah darurat yang akan diambil untuk menangani klaster DBD di Kelurahan Warung Jaud tersebut. (rkyd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *