Kerajaan Banten Girang Bisa Jadi Kampung Wisata Berbasis Masyarakat
SERANG – Kerajaan Banten Girang yang terletak di Desa Sempu, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang disebut bisa jadi Kampung Wisata (Kawita) berbasis masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Kota Serang, Eva Hasanah S.Pd., M.M., usai meninjau lokasi beberapa hari yang lalu.
Kata dia, di Kerajaan Banten Girang ada empat komponen yang bisa dijadikan destinasi wisata. Yang pertama makam Ki Mas Jong, kedua makam Hasan Husen, ketiga Pancoran Mas dan keempat Batu Ranjang.
Eva menceritakan, di areal makam Ki Mas Jong ada tiga goa, tangga kuno, sumur di aliran Kali Cibanten dan batu tulis. “Menurut saya situs banget. Potensi besar jadi daya tarik pariwisata,” papar Eva, Jumat (10/10/2025).
Makam Hasan Husen, bisa mempelajari sejarah dan nashab serta terdapat sumur tua di pinggir kali.
Lalu di Pancoran Mas, ada pemandian yang dipakai mandi oleh masyarakat Suku baduy ketika berkunjung ke sini karena di sana termasuk salah satu tempat leluhurnya. “Jadi mandi di Pancoran Mas. Berikutnya ada goa juga,” ucapnya.
Terakhir di Batu Ranjang, tak kalah menarik. Banyak destinasi di sana. Namun, sampai sekarang sama keluarga masih ditutupi untuk umum, lantaran takut diangap tempat musyrik dan dijadikan huka-huka oleh warga.
Ia melanjutkan, di Kerajaan Banten Girang sebenarnya sudah ada Detail Engineering Design (DED) untuk dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Banten di bagian (Daerah Aliran Sungai DAS). “Infonya di pinggir kali dibuat spot-spot untuk tempat tongkrongan dan-lain. Hanya saja, kita tidak tahu kapan pembangunanya,” tuturnya.
Makanya, dia mendorong Kawita berbasis mayarakat saja yang membangunnya. Seperti mendirikan home stay, tempat untuk pengenalan sejarah dan studio.
“Kalau Disparpora Kota Serang yang bangun kan tidak bisa, karena bukan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Kami hanya bisa mendorong, mempromosikan, membantu dan memediasi saja ke DPUPR Provinsi Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian. Cara awalnya, bentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dulu baru dibantu,” terangnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, S.T. M.Si. mengatakan, akan coba berkoordinasi dengan berbagai pihak supaya destinasi wisata di Kerajaan Banten Girang bisa terwujud.
“Sayang bila tidak dimaksimalkan. Selain mengoptimalkan wisata religinya, ada tempat-tempat lainnya yang bisa dioptimalkan di Kerajaan Banten Girang. Siapa tahu Kota Serang nantinya memiliki julukan lain, yakni Kota Seribu Goa,” ungkapnya. (ADV)

