Utama

Langkah ke Olimpiade Berat, Lifter Kota Serang Ganti Bidikan

SERANG – Kabar penundaan Olimpiade 2020 di Tokyo selama setahun, membuat Pelatih Angkat Besi Kota Serang, M. Yasin tak berharap lifter andalannya bisa mewakili Indonesia. Rizki Juniansyah akan difokuskan ke ajang lain.

Kata dia, peluang anak asuhnya kini sudah tipis. Soalnya, dari informasi yang didapat, seri kejuaraan dunia sebagai ajang kualifikasi Olimpiade Tokyo tidak akan diulang.

“Ada enam event kejuaraan dunia yang ditetapkan sebagai kualifikasi Olimpiade. Yang belum digelar itu tinggal dua ajang lagi. Jadi International Weightlifting Federation (IWF) tidak akan mengulangnya lagi dari babak pertama,” beber Yasin.

Jika Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) tetap memaksakan, hasilnya diyakini tidak akan maksimal. Dalam dua turnamen tersisa, Rizki harus bisa menembus posisi delapan besar.

“Sulit buat anak saya (Rizki,red) mengejar urutan delapan besar kalau harus dihitung secara rata-rata dari semua seri yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dia memilih menggembleng lifter Banten tersebut untuk fokus di dua pertandingan besar yang akan digulirkan tahun 2020. Konsentrasi utama adalah meraih prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua.

Bidikan kedua adalah tampil di Kejuaraan Dunia Junior yang akan dilaksanakan di Chile pada November 2020. “Tapi kami konsentrasi dulu di PON, karena punya target Rizki membawa medali emas,” tegasnya.

Apalagi ditambahkannya, peluang medali emas terbuka lebar. Bisa di kelas 73 kg atau 81 kg. Sampai sekarang, Rizki memang sedang berprestasi di kelas 73 kg, karena pada Kejuaraan Asia Junior mampu meraih dua emas dan memecahkan rekor dunia junior.

“Hanya saja, di nomor 73 kg, pesaingnya juga kelas Olimpiade karena ada Triyatno dan  Rahmat Erwin Abdullah. Selain butuh persiapan matang, kami juga harus atur strategi saat pertandingan,” tutupnya.(jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *