Pj Wali Kota Serang Minta OPD Bersinergi Turunkan Inflasi
SERANG, jejakbanten.com – Penjabat (Pj) Walikota Serang, Yedi Rahmat meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintahan Kota Serang bersinergi untuk menjaga dan menurunkan inflasi di Kota Serang.
Sebab, dalam penanganan stabilisasi harga untuk menjaga inflasi tetap terjaga, hampir semua dinas atau OPS salin keterkaitan.
Misalnya, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) sebagai OPD yang bertanggung jawab terhadap pengendalian serta pasokan barang di pasar.
Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), hingga Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Sosial (Dinsos).
Namun, Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, bahan kebutuhan pokok yang menjadi atensi dan paling berpengaruh dalam inflasi.
Apalagi, saat ini sejumlah bahan pokok di masyarakat sedang dalam kondisi yang tinggi. Bahkan, dimungkinkan bisa naik kembali seiring dengan datangnya Natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru).
Seperti yang menjadi pengaruh besar dalam inflasi di Kota Serang tersebut di antaranya beras, cabai, bawang merah dan daging.
“Beberapa waktu lalu, kami terjun langsung ke pasar. Bawang merah sampai dikisaran Rp30 ribu perkilo, bawang putih Rp30 ribu, beras agak tinggi yang super diangka Rp16 ribu perkilo. Namun beras lainnya diangka Rp13 ribu,” katanya, Senin 16/12/2023.
“Kemudian daging khas lokal Rp135 ribu perkilo. Ada yang lebih murah, itu daging kerbau, harganya di bawah angka Rp85 ribu,” lanjut Yedi.
Maka dari itu, Pemerintah Kota Serang berharap kepada seluruh instansi dan OPD terkait agar terus bekerja sama untuk mengendalikan inflasi di Kota Serang yang dimungkinkan terjadi jelang akhir tahun.
“Jadi, semuanya harus bersinergi dan bersama-sama menjaga inflasi agar tidak naik menjelang akhir tahun ini,” jelasnya. (rk/yd/jb)





