Tangani Stunting, Pemkot Serang Ajak Kolaborasi Stakeholder Jadi Bapak Asuh
SERANG, jejakbanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya untuk menurunkan dan malakukan penanganan stunting, bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat hingga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi serta stakeholder.
Termasuk menggandeng dan bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Kota Serang serta perusahaan-perusahaan untuk menjadi bapak asuh bagi anak-anak dengan gizi yang kurang.
Penjabat (Pj) Walikota Serang, Yedi Rahmat mengatakan, perlu adanya kolaborasi untuk menurunkan angka stunting di Kota Serang yang masih terbilang cukup tinggi.
Maka, Pemkot Serang membuat program untuk menjadikan sejumlah pihak berkenan menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting dengan keadaan ekonomi yang kurang memadai.
“Kami meminta dukungannya untuk penanganan stunting dan gizi buruk. Kami juga sudah diskusi dan beberapa rumah sakit siap mendukung program pemerintah kota, untuk menjadi bapak asuh,”
Selain itu, upaya yang akan dilakukan Pemkot Serang dengan rumah sakit adalah dengan membantu memfasilitasi dalam hal medis dan memantau perkembangan anak setiap kali usai pemeriksaan medis.
“Jadi nanti, semisalnya ada yang terindikasi stunting, bermasalah dengan gizi, kami minta ke teman-teman rumah sakit untuk dapat memfasilitasi dengan tidak memberatkan biaya,” katanya, Senin 29/1/2024.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan bisa memberikan beberapa butir telur untuk anak stunting di tiap harinya guna menambahkan protein bagi anak yang terindikasi stuning.
“Karena telur ini memiliki protein yang cukup tinggi dan mudah diserap tubuh, khususnya bagi anak-anak. Alhamdulillah semua sudah setuju,” ujarnya. (rk/yd/jb)

