DaerahUtama

Disnakertrans Kota Serang Genjot Pelatihan, Dari Jago Public Speaking hingga Magang ke Jepang

SERANG, jejakbanten.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang mulai merealisasikan program peningkatan kualitas tenaga kerja sepanjang tahun 2026.

Melalui kolaborasi strategis dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, serangkaian pelatihan dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki keahlian teknis (hard skill), tetapi juga cakap dalam komunikasi (soft skill) agar langsung terserap di dunia industri.

​Langkah ini sejalan dengan visi-misi Walikota dan Wakil Walikota Serang Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia, yang berkomitmen menekan angka pengangguran dan memperbesar kuota penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah Kota Serang.

​Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani mengungkapkan, industri saat ini tidak lagi hanya menuntut kemampuan teknis, melainkan juga komunikasi yang baik.

​”Public speaking menjadi salah satu skill yang sangat dibutuhkan di dunia usaha. Mereka bisa disalurkan ke industri wedding organizer (WO), hingga menjadi frontliner di kampus-kampus atau perusahaan,” ujarnya, Senin 20 Juli 2026.

Disnakertrans Kota Serang terus melakukan analisa mendalam dan komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan, terutama di kawasan industri Sawah Luhur.

Hasil analisa tersebut kemudian dipetakan menjadi beberapa kelas pelatihan spesifik baru yang akan dibuka pada bulan depan.

“Kami juga terus melakukan pelatihan dan membuka kesempatan bagi pemuda atau tenaga kerja agar memiliki kompetensi di bidang yang memang dibutuhkan industri,” jelasnya.

Termasuk membuka pelatihan bahasa Mandarin yang ke depan akan dilakukan sebanyak dua kelas karena tingginya kebutuhan penerjemah di wilayah Sawah Luhur yang dinilai cukup sulit dicari.

​Secara keseluruhan, Disnakertrans menargetkan minimal dapat menjaring dan melatih lebih dari 300 peserta dalam rangkaian pelatihan tersebut.

“Kuotanya 300 untuk pelatihan ini. Termasuk pemagangan ke Jepang juga kami memberikan fasilitasi dengan BBPVP,” tuturnya.

Nafis Hani memaparkan bahwa seleksi magang ke Jepang tahun 2026 ini jauh lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peserta tidak lagi dituntut langsung menguasai bahasa Jepang di awal pendaftaran.

​”Tes bahasa Jepang yang biasanya di awal bareng dengan tes matematika dan kesamaptaan, untuk tahun ini dilakukan setelah peserta lulus wawancara dan ketahanan fisik. Setelah itu baru pelatihan bahasa dan tes sebelum berangkat. Jadi lebih mudah,” paparnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *