DaerahUtama

Kuota Sekolah Rakyat di Kota Serang Belum Terpenuhi, Proses Pembelajaran Ditunda

SERANG, jejakbanten.com – Kuota peserta didik Sekolah Rakyat (SR) di Kota Serang belum memenuhi kuota, sehingga proses pembelajaran atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ditunda sementara, hingga September 2025 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Serang, M Ibra Gholibi menyebutkan, untuk kuota Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga saat ini baru mendapatkan 35 peserta didik, sedangkan kuota yang harus dipenuhi sebanyak 50 siswa.

“Tingkat SD kita baru menerima 35 orang dari kuota 50 orang. Kalau tingkat SMP sudah memenuhi kuota sebanyak 50 siswa,” ujarnya, Jumat 15 Agustus 2025.

Akibat kurangnya kuota peserta didik, dia mengaku, proses pembelajaran Sekolah Rakyat sementara ini ditunda terlebih dahulu, sampai kuotanya terpenuhi.

“Nanti dimulai September besok. Sambil menunggu kuota terpenuhi dan beberapa persiapan rampung,” tuturnya.

Ia menjelaskan, seharusnya pelaksanaan pembelajaran Sekolah Rakyat dilaksanakan pada Agustus bulan ini, namun karena masih kekurangan kuota siswa, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang masih membuka penerimaan peserta didik baru.

“Kita terus buka sampai kuotanya terpenuhi, makanya sekarang juga kita sambil melakukan persiapan-persiapan,” jelasnya.

Sejauh ini, ia mengaku telah melakukan upaya untuk memenuhi kuota Sekolah Rakyat, baik tingkat SD maupun SMP, termasuk dengan cara jemput bola mendatangi rumah-rumah warga yang masuk ke dalam desil 1 dan 2.

“Apabila ada orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di SR Kota Serang, atau mengalami putus sekolah. Kami juga masih buka (Pendaftaran), dan kuotanya masih tersedia. KBM belum jalan untuk SMP dan SD,” paparnya.

Padahal, kata dia, bagi siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat secara fasilitas maupun kebutuhan pembelajaran telah disediakan oleh pemerintah.

Mulai dari seragam, makan, minum, alat tulis, hingga tempat tinggal telah disediakan secara gratis.

“Karena SR ini menerapkan sistem boarding school, jadi ada tinggal di asrama. Jadi siswa hanya diminta fokus mengikuti KBM selama berkegiatan di sekolah,” katanya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *