
PMI Provinsi Banten Kirim Nakes Ke NTT
SERANG,jejakbanten.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan tiga tenaga kesehatan (nakes) ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuannya, untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi 7,7 magnitudo yang terjadi beberapa waktu lalu.
Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, tim nakes yang diterjunkan terdiri dari tiga orang dengan rincian satu dokter dan dua perawat. Mereka akan diberangkatkan pada Kamis (3/9/2026) dan bertugas selama kurang lebih dua pekan di sana.
“Besok dari tim kesehatan PMI Provinsi Banten bertolak ke NTT, yaitu ke Kabupaten Ngada. ketiganya di bawah koordinasi PMI Pusat,” kata Tatu, di Markas PMI Banten, di Walantaka, Kota Serang, Rabu (2/9).
Tatu menjelaskan, selain Banten, yang diminta membantu oleh PMI Pusat ke NTT, ada perwakilan Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali.
“Khusus dari Banten, PMI Provinsi Banten menerjunkan tiga nakes sesuai permintaan dari PMI Pusat,” ucapnya.
Selain mengirimkan nakes, PMI Banten juga membekali tim dengan obat-obatan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama berada di lokasi bencana. Jumlah obat yang dibawa mencapai sekitar 130 kilogram.
“Nakes tentunya karena ditugaskan oleh PMI Pusat untuk fokus ke pengobatan masyarakat, membantu warga yang terdampak. Makanya kami bekali obat yang sudah disiapkan. Kurang lebih 130 kilogram obat yang dibawa ke sana,” ujarnya.
Disinggung kondisi di Kabupaten Ngada sendiri, ia meyakini membutuhkan dukungan nakes tambahan lantaran jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 orang.
“Kalau sudah 5.000, biasanya nakes setempat pun terimbas atau keluarganya jadi korban. Jadi, tidak fokus untuk mengobati masyarakat. Makanya, umumnya butuh sokongan nakes dari luar yang didatangkan ke lokasi,” jelasnya.
Terkait dukungan pembiayaan untuk misi kemanusiaan tersebut, dia memaparkan PMI Provinsi Banten memiliki dana cadangan dari program Sahabat PMI. Dana itu untuk sementara digunakan guna mendukung kebutuhan pengiriman tim nakes ke NTT. Selanjutnya, biaya akan diganti atau di reimburse oleh PMI Pusat.(ar/jb)
