DaerahUtama

Awal 2025, Satu Warga Kota Serang Meninggal Dunia Akibat DBD

SERANG, jejakbanten.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mengklaim, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Serang mengalami penurunan pada awal tahun 2025.

Namun, tercatat terdapat satu pasien warga Kota Serang yang meninggal akibat terjangkit demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengungkapkan, secara keseluruhan sejak Januari hingga Mei 2025, kasus DBD di Kota Serang tercatat kurang dari 50 kasus.

Angka ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yang mencapai sekitar 80 kasus. Namun, dari total kasus tahun ini, dilaporkan satu pasien meninggal dunia.

“Trennya (Kasus) menurun dibandingkan tahun kemarin. Tapi memang ada yang meninggal satu orang akibat DBD,” ujarnya, Selasa 8/7/2025.

Meski mengalami penurunan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak membiarkan air tergenang, baik di pekarangan atau di mana saja,” paparnya.

Menurut Hasan, metode pencegahan yang paling efektif bukanlah pengasapan atau fogging, melainkan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang).

Sebab, metode fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, tidak pada jentik nyamuk yang berkembang biak pada genangan air bersih.

“Kalau fogging atau pengasapan itu membunuh nyamuk dewasa. Jentik-jentik tidak akan mati. Sehingga yang paling efektif adalah 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air,” jelasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *