BPBD Petakan Kebencanaan di Musim Penghujan, Dua Kecamatan di Kota Serang Jadi Langganan Banjir
SERANG, jejakbanten.com – Kecamatan Serang dan Kasemen Kota Serang tercatat menjadi wilayah langganan banjir saat musim penghujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mulai melakukan pemetaan wilayah-wilayah baik kelurahan maupun kecamatan yang memiliki potensi serta rawan kebencanaan, khususnya banjir.
Dari enam kecamatan yang ada, dua kecamatan tersebut menjadi yang paling rawan dan tercatat sebagai wilayah langganan banjir serta genangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengungkapkan Kecamatan Serang dan Kasemen menjadi wilayah langganan banjir saat musim hujan.
Selain dua kecamatan yang rawan banjir tersebut, terdapat sejumlah titik lainnya yang juga berpotesi rawan banjir, salah satunya Kecamatan Cipocok Jaya.
“Seperti di Cipocok Jaya hanya sebagian atau ujungnya, Kecamatan Walantaka, dan Taktakan ada. Tapi titik-titik luasan banjir ada di dua kecamatan itu, Serang dan Kasemen,” ujarnya, Jumat 7 November 2025.
Menurut dia, faktor penyebab banjir di dua kecamatan itu disebabkan adanya penyempitan aliran sungai, irigasi yang beralih fungsi, hingga drainase.
“Perlu penertiban bangunan dibantaran sungai dan memperbaiki irigasi. Karena baik sungai dan irigasi ada sempadannya. Fakta dilapangan sempadan itu ditutup bangunan,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, banjir di Kota Serang juga disebabkan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab, baik di sungai maupun di titik lainnya.
“BPBD hanya sanggup berupaya ke non struktural, dalam arti upaya non fisik. Himbauan tidak buang sampah sembarangan tiap bulan, sosialisasi sudah dilakukan ke masyarakat,” jelasnya. (rk/yd/jb)





