DaerahUtama

Buang Air Besar Sembarangan Masih Marak di Kasemen, Tahun Ini Ditargetkan

SERANG, jejakbanten.com – Buang air besar sembarangan (BABS) di Kecamatan Kasemen khususnya masih menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat.

Tahun ini melalui program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pihak kecamatan menargetkan bebas BABS untuk mengejar status Open Defecation Free (ODF) atau deklarasi bebas BABS di seluruh kelurahan.

Camat Kasemen Kota Serang, Sugiri mengatakan, pihaknya terus mematangkan langkah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan higienis melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Fokus utama saat ini adalah mempercepat pencapaian status Open Defecation Free (ODF) atau Deklarasi Bebas Buang Air Besar Sembarangan di seluruh kelurahan yang ada di wilayah Kasemen.

“Makanya tahun ini kita targetkan Kecamatan Kasemen bebas buang air sembarangan. Karena masih cukup banyak masyarakat dengan perilaku itu di sini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihak kecamatan berkomitmen penuh agar dalam tahun ini, tidak ada lagi masyarakat Kasemen yang buang air besar di sembarang tempat, seperti di kali, kebun, ataupun sawah.

Dalam merealisasikan target itu, Kecamatan Kasemen aktif menggandeng berbagai pihak, salah satunya adalah lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa.

Kolaborasi ini telah membuahkan hasil dalam penyediaan infrastruktur sanitasi yang layak bagi warga.

“Alhamdulillah, saat ini sudah terbangun 207 MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Kelurahan Warung Jaud. Sekarang, fokus pembangunan dan program sudah mulai bergeser ke Kelurahan Masjid Priayi,” jelasnya.

Sugiri menambahkan bahwa, kesuksesan program STBM ini nantinya akan dikukuhkan melalui komitmen bersama seluruh kepala desa/lurah.

Dalam deklarasi ODF tersebut, seluruh lurah di Kecamatan Kasemen akan menyatakan kesiapan dan dukungannya secara tertulis untuk menjaga keberlanjutan sanitasi total berbasis masyarakat.
Mendorong Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

“Intinya adalah bagaimana perilaku hidup bersih itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga ke lingkungan. Jika masyarakat sudah sadar dan memiliki perilaku hidup bersih, insyaallah lingkungan kita pun akan terbebas dari masalah sanitasi,” tandasnya. (rk/yd/jb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *