Sekolah Mengaji Menjadi Wajib, Pemkot Serang Siapkan Sanksi Bagi Sekolah Negeri
SERANG, jejakbanten.com – Sekolah Mengaji menjadi program wajib bagi seluruh sekolah negeri di Kota Serang, sesuai dengan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Serang.
Apabila terdapat sekolah yang tidak menjalankan program tersebut, maka akan ada sanksi yang disiapkan melalui regulasi Peraturan Wali Kota (Perwal).
Saat ini, program Sekolah Mengaji telah berjalan dan seluruh murid khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai rutin membaca alquran sebelum aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri menjelaskan, dalam Kota Serang Mengaji terdapat dua skema, yakni yang Maghrib Mengaji yang dilaksanakan oleh Bidang Kesra, dan Sekolah Mengaji dilakukan oleh satuan pendidikan.
“Sudah kami jalankan sekolah mengaji di tingkat SD dan SMP. Setiap hari sebelum KBM, agar menjadi kebiasaan sebelum pembelajaran membaca minimal sembilan ayat alquran, dan itu sifatnya wajib,” ujarnya, Kamis 19 Desember 2025.
Pemkot Serang juga akan membuat Perwal untuk memberikan sanksi atau punishment kepada sekolah negeri yang tidak melaksanakan program wajib tersebut.
“Pasti ada sanksi dan punishment kalau ada sekolah yang tidak menjalankan program ini. Artinya kepala sekolah tidak bisa menerjemahkan visi dari Pak Wali,” jelasnya.
Berdasarkan catatan data Dindikbud Kota Serang, saat ini terdapat sekitar 899 murid SMP yang belum bisa membaca alquran, dan pihaknya mendorong agar mereka bisa membaca alquran melalui kolaborasi lintas lembaga dan melibatkan tokoh agama sebagai mentor, khususnya Badan Wakaf Alquran (BWA) Provinsi Banten.
“Bagi 899 murid yang belum bisa membaca alquran, nanti akan di handle oleh guru di satuan pendidikan, termasuk relawan alquran dari BWA,” tuturnya.
Ketua BWA Provinsi Banten, Nana Sujana mengatakan, selama 21 tahun pihaknya fokus memberantas buta baca alquran, termasuk konsen dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat.
“Makanya kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk anak-anak yang belum bisa mengaji akan dibina. Nanti kolaborasi dengan ustadz di sini sebagai mentor yang nantinya kami akan bagi beberapa klaster,” katanya. (rk)

